7 Jenis Baju Renang Paling Populer Di Dunia

7 Jenis Baju Renang Paling Populer Di Dunia

7 Jenis Baju Renang Paling Populer Di Dunia - Pantai merupakan destinasi favorit banyak orang saat libur panjang. Kalau ke pantai, tentu saja kamu ingin melakukan berbagai aktivitas yang berhubungan dengan air, salah satunya berenang. Berenang tentu saja tidak pas kalau kamu tidak pakai baju renang. Ternyata baju renang itu punya bermacam-macam model lho.

Berikut adalah 7 Jenis Baju Renang Paling Populer Di Dunia :

1. Bikini

Jenis Baju Renang Paling Populer

Bikini sangat cocok digunakan untuk kamu yang berbadan atletis dan proporsional sehingga dapat memperlihatkkan lekuk tubuhmu. Untuk kamu yang berpinggul kecil, gunakan bawahan bikini yang berwarna cerah karena dapat memberikan efek memperbesar bagian pinggul. Buat kamu yang memiliki bentuk tubuh jam pasir juga sangat pas menggunakan bikini.

2. Tankini

Jenis Baju Renang Paling Populer

Tankini merupakan perpaduan tanktop dan celana pendek, dan pas digunakan untuk kamu yang memiliki pinggang lebar dan nggak nyaman pakai bikini. Kamu yang nggak pede dengan perutmu pun tetap bisa tampil cantik saat berenang dengan tankini. Untuk memberikan efek lebih langsing, pilih warna-warna gelap ya!

3. Monokini

Jenis Baju Renang Paling Populer

Awalnya sih monokini merupakan baju renang yang memperlihatkan bagian dada, tapi seiring dengan berjalannya waktu, model monokini berubah menjadi baju renang yang seksi tapi tetap menutupi bagian dada. Biasanya monokini identik dengan potongan besar di bagian depan perut, samping, dan bagian punggung. Buat kamu yang super pede dengan bentuk tubuhmu, monokini akan bikin kamu jadi pusat perhatian saat berenang di pantai.

4. One Piece

Jenis Baju Renang Paling Populer

Untuk kamu yang memiliki bentuk tubuh pir, baju renang one piece cocok untukmu. Model terusan yang sederhana akan tetap bikin kamu nyaman selama berenang atau berjemur di pantai. Kamu juga akan merasa aman dan tenang karena baju renangmu akan tetap menutupi tubuhmu dengan rapat.

5. Surf suit

Jenis Baju Renang Paling Populer

Baju renang yang satu ini sebenarnya bisa dipakai buat kamu yang akan berselancar. Tapi kamu yang tidak suka tampil terbuka di depan umum, surf suit juga bisa jadi pilihan yang nyaman buatmu. Dan jenis baju renang inipun cocok untuk segala bentuk tubuh.

6. Burqini

Jenis Baju Renang Paling Populer

Perempuan berjilbab yang suka berenang atau bermain di pantai tidak usah sedih karena tidak bisa memakai bikini, karena sekarang sudah ada burqini yang dirancang oleh seorang keturunan Lebanon-Australia Aheeda Zanetti yang mengikuti model busana burqa. Burqini tetap t ertutup namun tentu saja lebih nyaman digunakan untuk berenang daripada pakaian yang biasa dipakai sehari-hari.

7. Fatkini

Jenis Baju Renang Paling Populer

Kalau bikini identik dengan perempuan-perempuan bertubuh kurus, maka fatkini dikhususkan untuk perempuan yang bertubuh besar. Fatkini merupakan identitas para perempuan dengan bentuk tubuh berisi yang juga memiliki kepercayaan diri untuk tampil seperti perempuan lainnya saat di pantai.

Sumber:
https://www.lintas.me/woman/other/editor/7-jenis-baju-renang-dari-monokini-sampai-burqini

Hati-hati Berenang, Ada Amuba Pemakan Otak di Dalam Air

PAM - primary amebic meningoencephalitis, adalah satu jenis penyakit meningitis yang mematikan, disebabkan oleh amuba yang disebut Naegleria fowleri. Amuba ini menyerang otak korban dan memakannya. Organisme bersel tunggal ini hidup di dalam air.

Kasus PAM memang terbilang langka, namun sebaiknya membuat kita lebih waspada.  Naegleria fowleri bisa ditemukan di sungai atau danau yang hangat. Lalu masuk ke tubuh manusia melalui hidung dan melewati saraf penciuman menuju otak. Amuba ini menghancurkan jaringan otak.



Kasus terbaru seperti dilansir Livescience, Rabu, Juli memuat laporan tentang Kali Hardig, seorang anak yang berenang di  Willow Springs Water Park di Little Rock, Arkansas.  Beberapa jam setelah itu, Kali muntah-muntah. Dia terus menangis dan mengeluh kepalanya sakit.

Ibunya, Traci Hardig panik bukan kepalang melihat putrinya yang berusia 12 tahun demam dan tak bisa diredakan. “Dia hanya melotot memandan gi saya, dan bola matanya berputar-putar,€ kisah sang ibu. Ia pun langsung membawa Kali ke rumah sakit. Saat ini kondisinya masih koma.

Dari uji laboratorium dan pemeriksaan lainnya, Kali diketahui menderita meningitis aneh. Rupanya, selaput otaknya digerogoti amuba pemakan otakâ€"penyebab meningitis yang sangat langka itu.

Departemen Kesehatan Arkansas dan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (US Centers for Disease Control and Prevention/CDC) ikut turun tangan. “Berdasarkan investigasi yang sedang berlangsung, sumber yang paling mungkin infeksi adalah Willow Springs Water Park,” demikian pernyataan tertulis Departemen Kesehatan Arkansas.

Departemen Kesehatan menjelaskan, pada 2010, ada kasus PAM yang terkait dengan Willow Springs Water Park. Karena itu, mereka meminta pengelola tempat wisata air itu menutup Willow Springs guna menjamin kesehatan dan keselamatan publik.

Kasus di Florida
Courtney Nash, gadis 16 tahun asal Florida, terinfeksi saat berenang di anak Sungai St. Johns pada 3 Agustus 2011. Remaja ini merasakan sakit kepala hebat dan sempat dirawat di rumah sakit. Nahas, nyawa Nash tidak tertolong.



Kasus di Lousiana
Pria asal Louisiana berumur 20-an tahun tewas pada Agustus 2011. Dua bulan sebelumnya, pria yang tidak disebut identitasnya itu membilas hidungnya di keran kecil rumahnya. Beberapa hari kemudian, dia terserang demam, lalu meninggal. Peneliti dari Departemen Kesehatan menemukan amuba dalam sistem air di rumah korban. Makhluk mikroskopis itu, ujar mereka, hanya ada di rumah, tidak di seluruh jaringan air kota.

Sepanjang 2001-2010, CDC mencatat 32 kasus infeksi PAM di Amerika. Dari jumlah itu, 32 penderita meninggal. Dua puluh delapan dari mereka terinfeksi ketika berenang di perairan. Tiga orang lainnya terinfeksi ketika terkontaminasi air keran kala membersihkan hidungnya.

Kasus di Pakistan.
Kasus infeksi Naegleria fowleri ternyata tak hanya dijumpai di Amerika. Pada 10 Oktober 2012, pemerintah Pakistan menyelidiki kasus infeksi amuba pemakan otak yang membunuh 10 orang dalam kurun waktu empat bulan di Karachi.



Sehubungan dengan kasus Nash di Florida, pemerintah setempat memperingatkan perenang untuk menja uhi air yang tergenang. “Pakai klip hidung atau pencet hidung Anda saat melompat atau keluar dari air kala berenang,” begitulah isi pesan tersebut. Menurut mereka, menutup lubang hidung dapat mengurangi kesempatan terinfeksi.

Infeksi amuba ini tidak menular dan menyebar dengan cepat. Makhluk itu membunuh korbannya dalam beberapa hari. "Sangat sulit mengobatinya. Kebanyakan orang mati karena itu," kata dr Raoult Ratard, ahli epidemiologi Negara Bagian Louisiana.

Sumber:
http://www.tempo.co/read/news/2013/08/02/061501803