5 Anak Paling Gemuk Di Dunia

5 Anak Paling Gemuk Di Dunia - Kegemukan bukan cuma diderita oleh orang dewasa. Anak-anak pun mengalaminya. Makanan mereka tidak diperhatikan hingga akhirnya menelan apa pun dan membuat mereka 'lebar'. Setidaknya ada lima anak super gemuk dan satu berat mereka sama dengan timbangan empat orang model wanita dewasa. Mereka makan hingga ada yang sembilan kali sehari, belum termasuk camilan.

Berikut adalah 5 Anak Paling Gemuk Di Dunia sepe rti yang dilansir dari situs coolweirdo.com :

1. Jessica Gaude

Anak Paling Gemuk Di Dunia

Jessica Gaude asal Amerika Serikat memegang rekor sebagai anak paling gemuk sejagat. Dia makan saban dua jam dan jika tidak diberi santapan Gaude bakal ngamuk serta melempar seluruh perabotan rumah. Total makanannya sehari mencapai 10 ribu kalori. Dia tak dapat berjalan dan melakukan gerakan apa pun. Jika ingin berpindah tempat Gaude menggelinding persis galon air mineral.

Gaude sanggup meminum 20 botol soda, 15 roti lapis, dan 12 kilogram cokelat dalam sehari. Sarap an paginya roti, keripik kentang, dan dua liter soda tapi dia selalu nambah. Saat usianya tujuh tahun beratnya mencapai 222 kilogram. Beranjak dewasa Gaude mulai menjalani diet alami. Beruntung beratnya bisa berkurang sedikit demi sedikit dan dia bisa menggerakkan tubuhnya.

2. Dzhambik Katokhov

Anak Paling Gemu   k Di Dunia

Dzhambik Katokhov asal Rusia sejak lahir sudah berbobot tujuh kilogram dan tiga tahun lalu badannya menggelembung seperti balon. Beratnya mencapai 180 kilogram. Dzhambik mampu menghabiskan sekitar 17 kilogram es krim dalam sehari. Dia juga sarapan sekitar 10 piring di pagi hari. Menunya macam-macam, mulai dari roti, daging, kalkun, hingga selai kacang.

3. Lu Hao

Anak Paling Gemuk Di Dunia

Lu Hao asal China jadi anak paling gemuk sejagat ketiga. Beratnya mencapai 80 kilogram di usia tiga ta hun. Sungguh raksasa dibanding anak seumurnya. Bocah gemuk itu dalam sekali makan melahap tiga piring nasi ukuran besar. Belum lagi lauk pauknya. Lu Hao juga doyan menyantap bakpao babi. Sehari dia bisa memakan sekitar 25 bakpao.

4. Suman Khatun

Anak Paling Gemuk Di Dunia

Suman Khatun asal India menjadi anak paling gemuk keempat sejagat. Makanan dia sehari setara dengan santapan untuk sekampung. Dia diyakini menderita kelainan hormon penyeimbang hingga terus merasa lapar setiap waktu. Makanan normal Suman terdiri dari dua piring nasi, dua ikan bakar, dan beberapa telur goreng. Saban pagi dia sarapan biskuit lima bungkus, pisang empat sisir, nasi, dan telor. Bahkan setelah makan di rumah, dia masih minta ke tetangga.

5. Misael

Anak Paling Gemuk Di Dunia

Seorang bocah tiga tahun asal Negara Bagian Espirito S anto, Brazil punya berat hampir 70 kilogram. Misael sebenarnya lahir normal dengan berat 2,9 kilogram. Namun setiap bulannya dia bertambah 2,7 kilogram membuat tubuhnya seperti balon dan dia pun kepayahan berjalan. Dokter meyakini dia menderita sindrom Prader-Willi, sebuah kondisi genetik langka membuatnya selalu merasa lapar dan terus bergairah untuk makan.

Sumber:
http://www.merdeka.com/dunia/ini-lima-bocah-paling-gembrot-sejagat-makan-puluhan-piring.html

5 Fakta Menarik Tentang Obesitas

Obesitas

5 Fakta Menarik Tentang Obesitas - Obesitas adalah salah satu penyakit yang patut diwaspadai di era modern ini. Semakin lama, angka orang yang mengalami obesitas semakin meningkat. Di Indonesia sendiri, meski obesitas belum sangat akrab diketahui masyarakat, namun juga sudah banyak orang yang mengalaminya.

Obesitas adalah hasil dari gaya hidup yang tak sehat, terlalu pasif, dan pola makan yang tak benar. Ada banyak mitos yang beredar seputar obesitas. Namun ada banyak informasi dan fakta yang perlu diketahui oleh masyarakat seputar obesitas.

Berikut adalah 5 Fakta Menarik Tentang Obesitas, seperti dilansir Mag for Women.

1. Indeks massa tubuh (BMI) adalah hal yang menentukan apakah seseorang termasuk dalam kategori kelebihan berat badan atau obesitas. BMI menghitung lemak tubuh dalam rasio dengan tinggi dan berat badan seseorang. Jika BMI seseorang sekitar 25 - 30 maka dia termasuk kelebihan berat badan. Namun jika BMI-nya melebihi 30, maka dia termasuk obesitas.

2. Terdapat beberapa penelitian yang mengamati obesitas pada anak-anak. Meski belum mencapai kesimpulan yang pasti, namun keadaan sosial ekonomi disebut sebagai penyebab seorang anak mengalami obesitas. Sementara itu anak yang mengalami obesitas diketahui lebih berisiko tumbuh menjadi orang dewasa yang obesitas juga.

3. Dalam sepuluh tahun belakangan ini terdapat peningkatkan jumlah pasien obesitas baik pada orang dewasa maupun anak-anak. Ada banyak hal yang dicurigai sebagai penyebabnya, salah satunya adalah aktivitas fisik yang kurang. Pola hidup yang terlalu pasif juga menjadi penyebab terbesar seseorang mengalami obesitas.

4. Obesitas tak hanya meningkatkan risiko penyakit lain seperti penyakit jantung dan diabetes tipe-2, namun juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Obesitas meningkatkan masalah pernapasan, tekanan darah, dan masalah ginjal, serta menghalangi pergerakan seseorang sehari-hari. Obesitas juga menyebabkan efek psikologis seperti depresi, kecemasan, dan menurunkan kepercayaan diri. Tak hanya itu, obesitas juga diperkirakan mempengaruhi kesuburan pria dan wanita.

5. Orang yang mengalami obesitas cenderung memiliki masalah dengan fisik dan psikologis. Untuk itu, perawatan obesitas juga harus berlapis, untuk fisik dan psikologi seseorang. Mengatasi obesitas bukan hanya masalah menurunkan berat badan, namun juga keseluruhan gaya hidup.

Nah, itulah 5 Fakta Menarik Tentang Obesitas. Meskipun obesitas tak dikategorikan sebagai penyakit, namun obesitas bisa memicu berbagai macam penyakit jika tak segera diatasi. Segera konsultasikan diri ke dokter jika Anda memiliki kecenderungan kelebihan berat badan atau obesitas.

Sumber: http://www.merdeka.com/sehat/5-fakta-tentang-obesitas-yang-harus-diketahui.html

5 Langkah Berikut Bisa Cegah Obesitas Pada Anak

Obesitas bisa menyerang siapa saja. Baik tua maupun muda. Bahkan dengan maraknya makanan cepat saji saat ini, anak-anak mudah terserang obesitas. Sungguh suatu hal yang sangat disayangkan sekali sebab obesitas dapat mengakibatkan beberapa penyakit serius yang akan menyerang anak-anak penderita obesitas.

5 Langkah Berikut Bisa Cegah Obesitas Pada Anak

Obesitas pada anak-anak dapat dicegah sedini mungkin. Sebagai orang tua Anda dapat mencegahnya dengan mengikuti 5 langkah mudah berikut ini seperti yang dilansir galtime.com.

1. Sediakan makanan sehat di rumah
Makanan sehat seperti buah-buahan dapat menggantikan camilan mereka yang tidak sehat. Keripik kentang, cokelat, dan permen adalah sebagian kecil dari contoh makanan kecil yang disukai anak-anak. Agar terlihat menarik, Anda dapat membuat salad buah yang digemari si kecil.

2. Batasi waktu nonton televisi dan bermain game
Kedua kegiatan di atas adalah jenis kegiatan yang sama sekali tidak membuat tubuh buah hati Anda bergerak. Padahal demi mencegah obesitas, anak-anak harus melakukan aktivitas yang menyehatkan untuk membakar kalori. Oleh karena itu batasi waktu nonton televisi dan bermain game di depan komputer dan ajak mereka bermain di luar rumah.

3. Sebagai ibu, Anda harus rajin memasak
Apabila Anda rajin memasak untuk si kecil maka kecil kemungkinan ia akan mengonsumsi makanan cepat saji yang penuh dengan bahan aditif pencetus obesitas. Selain itu, dengan memasak makanan sendiri maka Anda dapat membuat menu yang sehat untuk si kecil.

4. Rajin mengunjungi dokter nutrisi
Dokter nutrisi akan membantu Anda untuk menentukan nutrisi apa dan berapa banyak jumlahnya yang dibutuhkan oleh buah hati Anda. Dengan asupan nutrisi yang tepat maka buah hati Anda akan terhindar dari obesitas

5. Jadilah contoh yang baik untuk anak Anda
Anda melarang anak Anda untuk mengonsumsi makanan tidak sehat, namun malah Anda sendiri yang melakukannya. Well, anak biasanya akan meniru perilaku orang tuanya. Oleh karena itu apabila Anda melarang anak Anda untuk jajan sembarangan maka Anda pun harus konsekuen.

Namun apabila obesitas telah menyerang anak Anda, ajaklah ia berbicara. Beritahukan bahwa obesitas dapat dihilangkan dengan olahraga dan pola makan yang sehat. Dukunglah anak Anda bukan malah menyalahkannya atas obesitas yang ia alami.