Kutukan Permata Terkenal Di Dunia

Kutukan Permata Terkenal Di Dunia
Siapa yang tidak mengenal permata? sebuah batu yang sangat dicari oleh orang orang karena kecantikannya. Batu-batuan dengan warna-warni cemerlang ini sangat sulit didapat. Semakin langka dan semakin tua umurnya, semakin tinggi juga nilainya. Karena itulah batu-batu permata sering menjadi sumber sengketa dan pertikaian yang tak jarang berujung perkara hukum dan kematian. Akibatnya permata-permata itu pun dipercaya mengandung kutukan. Berikut adalah kisah kelam permata terkenal di dunia.

Berlian Orlov



The Orlov adalah berlian besar berwarna putih cemerlang dan berbentuk setengah telur ayam yang merupakan bagian dari koleksi Diamond Fund di Kremlin Moskow. Berlian Orlov yang satu ini juga permata langka yang dicuri dari India. The Orlov ditambang di Tambang Kollur, Andhra Pradesh , India dan tadinya berada di kuil Hindu Sri Ranganathaswamy di Srirangam, Tamil Nadu, India. Berlian ini dicuri pada tahun 1747.

Berlian ini kemudian sampai di tangan Count Grigory Orlov, seorang bangsawan Rusia yang kemudian namanya diabadikan sebagai nama berlian tersebut. Count Orlov dikenal sebagai kekasih Catherine Agung dari Rusia yang ikut berjasa dalam penggulingan suami sa ng ratu, Peter III dan mengantarkan sang ratu menjadi penguasa. Berlian ini dihadiahkan Orlov pada sang ratu sebagai tanda cinta. Berlian 189,60 karat itu kemudian dipasang pada tongkat kekaisaran milik sang ratu.

Tetapi saat itu sang ratu sudah mengalihkan cintanya kepada pria lain, yaitu Grigori Alexandrovich Potemkin. Walaupun sang ratu tidak pernah melupakan jasa Orlov dan menganugerahkan berbagai hadiah mewah untuknya, tetapi Orlov tetap merasa dikhianati. Akhirnya sang count mengucilkan diri dan mulai terganggu jiwanya. Kemudian dia dikabarkan meninggal dalam kesendiriannya.

Safir Ungu Delhi



The Delhi Purple Sapphire atau Safir Ungu Delhi sebenarnya bukanlah berlian langka. Batu ini sebenarnya bahkan bukan safir, tetapi batu amethyst atau kecubung yang berwarna ungu violet. Permata berwarna ungu ini ditemukan sekitar 30 tahun yang lalu oleh Peter Tandy, kurator di Natural History Museum di London.

Permata yang disumbangkan oleh Edward Heron-Allen, seorang penulis terkemuka Inggris itu ditemukan tergeletak di salah satu lemari, terpasang pada sebentuk perhiasan yang dihiasi simbol-simbol aneh dan disegel dalam kotak berselubung kertas-kertas mantra yang dilengkapi peringatan berbunyi, Barang siapa yang hendak membukanya, bacalah peringatan ini terlebih dahulu, dan kemudian lakukan apa yang kamu mau dengan permata ini. Saranku adalah untuk lemparkan saja ke dalam laut. Batu ini dibawa ke Inggris oleh Kolonel W. Ferris, seorang tentara kavaleri Bengali. Segera setelah kepulangannya ke Inggris bersama permata tersebut, seluruh keluarga Ferris tampaknya dilanda masalah keuangan dan kesehatan.

Kemudian batu kecubung itu diberikan kepada salah seorang teman dari keluarga Ferris yang beberapa waktu kemudian tiba-tiba bunuh diri. Edward Heron-Allen sendiri menjadi pemilik terakhir permata itu. Ia mengklaim sejak memiliki permata itu ia mengalami serangkaian kemalangan dan nasib buruk yang menyebabkan dia percaya bahwa safir itu terkutuk. Heron-Allen bahkan mengklaim ia telah membuang safir itu ke dalam Regent's Canal. Tetapi permata ini kembali lagi ke tangannya beberapa bulan kemudian. Kabarnya sampai sekarang permata ini masih mendatangkan kesialan bagi siapapun yang mencoba memindahkannya.

The Hope Diamond



Berlian berwarna biru cemerlang yang satu ini juga berasal dari India. Batu permata berwarna biru yang sangat indah ini punya banyak nama, yaitu Le Bijou du Roi, Le Blue de France, Blue Tavernier, dan The Hope Diamond. Berlian ini akan memancarkan pendar merah cemerlang yang unik jika terpapar sinar ultraviolet. Saat ini The Hope Diamond terpasang dalam untaian kalung rancangan Cartier. The Hope Diamond sempat dimiliki oleh Raja Louis XIV dari Prancis sejak tahun 1669. Sang raja memerintahkan agar berlian itu dipasang pada rangkaian perhiasan permat a sebagai simbol matahari, sesuai dengan gelarnya putra sang surya.

Legenda mengatakan bahwa berlian ini tadinya terpasang di patung Dewi Sita. Sama seperti Black Orlov, pencurian berlian tersebut oleh Jean Baptiste Tavernier pada abad 17 dipercaya telah menyebabkan kutukan. Kutukan berlian inilah yang dipercaya membawa kemalangan bagi pasangan Marie Antoinette dan Louis XVI yang dipenggal pada Revolusi Prancis dan keluarga Hope yang sempat menjadi pemilik berlian tersebut. Tavernier sendiri kemudian meninggal karena serangan anjing liar di Rusia.

Henry Hope membeli berlian ini pada tahun 1839 dan batu mulia itu diwariskan kepada cucu keponakannya, Francis yang terpaksa menjualnya untuk membayar utang judi. Salah satu sultan Turki ditengarai menjadi pemilik batu itu yang selanjutnya. Ia memberikan The Hope Diamond kepada salah satu istrinya. Tetapi di kemudian hari i a memerintahkan eksekusi terhadap istrinya itu dengan alasan pengkhianatan. Sementara sang sultan sendiri digulingkan dari tahta pada akhirnya dan yang terakhir adalah Evalyn Walsh McLean yang memiliki The Hope Diamond juga tak luput dari kutukan.

Meskipun sosialita ini selalu mengklaim bahwa kutukan The Hope tidak mempengaruhi dirinya, anaknya meninggal dalam kecelakaan mobil, putrinya bunuh diri, dan suaminya dinyatakan gila. The Hope kemudian disimpan di Smithsonian Museum atas permintaan Harry Winston, sang raja berlian pada tahun 1958. Tetapi sebelum itu The Hope Diamond telah mengelilingi Amerika Serikat dalam rangkaian tur penggalangan dana Winston Court Jewels.

Regent Diamond



The Regent Diamond adalah berlian langka yang menjadi salah satu koleksi berharga di Museum Louvre, Prancis. Berlian ini juga dikenal dengan nama Pitt Diamond karena sempat dimiliki oleh gubernur India, Thomas Pitt. Berlian ini ditemukan di tambang Kollur, Andhra Pradesh, India. Kala itu Regent Diamond bernilai 410 karat. Pada tahun 1698, seorang budak menyelundupkan berlian ini dengan menyembunyikannya di dalam luka menganga di kakinya. Dalam pelayaran, seorang kapten Inggris kemudian membunuh sang budak dan merampas berlian itu darinya.

Berlian ini sempat dikenakan sejumlah tokoh terkenal dalam sejarah seperti Louis XV, Louis XVI, Marie Antoinette, dan Napoleon Bonaparte. Sekarang berlian itu sudah tak utuh lagi. Mengalami beberapa kali proses pemotongan, sekarang Regent Diamond yang disimpan di Louvre masing-masing bernilai 141 karat. Mungkinkah berlian ini ikut ambil bagian dalam nasib malang yang dialami para tokoh terkenal dalam sejarah tersebut?

Black Orlov



Permata 67,50 karat ini dikenal dengan nama The Eye Of Brahma atau Mata Sang Brahma. Black Orlov diperkirakan ditemukan di sebuah tamba ng India pada awal abad 19. Permata ini sebenarnya berwarna abu-abu gelap, tetapi karena begitu pekatnya hingga tampak seperti berwarna hitam. Cerita tentang berlian ini ternyata segelap warnanya. Menurut keterangan dari situs Diffraction Diamonds, Black Orlov diyakini pernah tertanam pada patung Dewa Brahma. Permata berharga itu kemudian dicuri oleh seorang biarawan dan berpindah kepemilikan hingga beberapa kali. Hal itulah yang menjadi asal-usul kutukan yang konon meliputi berlian ini.

Legenda mengatakan bahwa tiga pemilik Black Orlov mati karena bunuh diri. Kutukan itu pertama kali terungkap pada tahun 1932, ketika seorang pedagang berlian JW Paris membawa Black Orlov ke Amerika Serikat untuk dijual. Setelah berhasil menjual berlian tersebut, tanggal 7 April pada tahun yang sama Paris meloncat dari gedung pencakar langit 5th Avenue Manhattan karena alasan yang tidak diketahui. Korban kedua kutukan adalah Putri Leonila Viktorovna-Bariatinsky dari Rusia. Sang pu tri menghabisi nyawanya dengan cara yang sama seperti Paris.

Selanjutnya kutukan berlian itu jatuh kepada Putri Nadia Vygin-Orlov, kerabat putri Leonila yang menjadi pewaris selanjutnya Black Orlov. Sang putri menghabisi nyawanya satu bulan setelah kematian Putri Leonila, lagi-lagi dengan cara melompat dari atas gedung. Berlian tersebut kemudian berpindah tangan kepada Charles Wilson pada tahun 1950-an. Atas perintah Wilson Black Orlov dipotong dan dijadikan perhiasan baru. Sejak itu tak ada lagi kisah insiden kematian yang berkaitan dengan berlian itu terdengar. Bahkan bintang Desperate Housewives, Felicity Huffman sempat memakai berlian ini dalam perhelatan Oscar, dan sampai saat ini sang aktris masih sehat walafiat.

Berlian Biru



Blue Diamond atau Berlian Biru, sebongkah berlian 50 karat berwarna biru yang satu ini berasal dari Arab Saudi. Kabarnya seorang pegawai asal Thailand mencuri permata seharga 20 juta dollar AS itu dari sebuah istana Saudi pada tahun 1989 dan menyelundupkannya ke Thailand. Upaya penyelidikan pencurian permata ini kabarnya mengakibatkan kematian misterius beberapa orang, mulai dari pembunuhan Mohammed Al-Ruwaili, seorang pengusaha Saudi serta kematian tiga diplomat yang melakukan perjalanan ke Thailand untuk menyelidiki pencurian Blue Diamond.

Sementara 20 orang yang dicurigai terlibat dengan kasus pencurian ini diyakini telah meninggal dengan cara tak wajar. Kasus pencurian berujung serangkaian kematian yang di media massa dikenal sebagai Blue Diamond Affair ini sendiri sampai sekarang masih menjadi sumber pertikaian antara pemerintah Arab Saudi dan Thailand. Dan keberadaan Blue Diamond tak diketahui hingga detik ini.

referensi:
http://www.merdeka.com/gaya/6-permata-tersohor-yang-diliputi-sejarah-kelam/berlian-orlov.html/
http://io9.com/6-pieces-of-real-life-cursed-jewelry-that-could-destroy-1449245621

9 Lagu Kutukan Paling Terkenal Di Dunia

9 Lagu Kutukan Paling Terkenal Di Dunia - Lagu dan musik biasanya tercipta untuk menenangkan hati, pikiran dan jiwa. Ada lagu untuk mereka yang jatuh cinta, biasanya membuat hati berbunga-bunga dan teringat padanya. Ada juga lagu patah hati dengan lirik yang menyayat hati bahkan membuat Anda menangis. Masih banyak lagi kategori lagu-lagu lain.

Dari semua lagu yang ada, terselip beberapa kisah misteri, membuat bulu kuduk merinding. Ada lagu-lagu yang dianggap sebagai lagu kutukan, sehingga bisa mencelakai pendengarnya, bahkan membuat si pendengar meninggal. Biasanya, ada kisah tragis di balik terciptanya lagu kutukan tersebut.

Benarkah ada lagu yang bisa berbuat sejahat itu? Inilah 9 Lagu Kutukan Paling Terkenal Di Dunia seperti yang dikutip dari oleh oddee.com. Ada yang bilang hal ini hanya kebetulan yang dibesar-besarkan, ada juga yang percaya bahwa musik atau lagu ini membawa kutukan. Percaya atau tidak, silakan disimak.

Kutukan Buddy Holly

Kutukan Buddy Holly

Tanggal 3 Februari 1959 diingat sebagai The Day The Music Died, hari di mana musik mati. Mengapa? Karena di tanggal tersebut seorang rocker bernama Buddy Holly, Richie “La Bamba” Valens, dan The Big Bopper (Chantilly Lace) meninggal di hari yang sama akibat kecelakaan pada tur Winter Dance Party. Peristiwa tersebut dikenal sebagai awal merebaknya isu lagu kutukan Buddy Holly.

Kutukan Buddy Holly tidak hadir begitu saja, banyak musisi dan orang-orang yang terkait dengan Buddy Holly meninggal dengan cara aneh. Misalnya saja Ronnie Smith, seorang vokalis yang disewa untuk menggantikan Buddy Holly pada tur, dia masuk rumah sakit jiwa dan gantung diri. David Box, anggota band Holly, The Crickets mengalami kecelakaan yang sama dengan Buddy Holly.

Bahkan istri Buddy Holly mengalami keguguran 22 hari setelah suaminya meninggal. Masih banyak nama lain, orang-orang di sekitar Buddy Holly yang meninggal dengan janggal.

Kutukan Klub 27

Kutukan Klub 27

Yang ini bukan kutukan akibat musik, lagu, atau kutukan musisi. Kutukan Klub 27 adalah sederet nama-nama musisi yang meninggal tepat di usia 27 tahun. Memang terkesan janggal, usia tersebut relatif muda, tetapi daftar panjang musisi yang meninggal di usia tersebut membuat bulu kuduk merinding. Maka usia 27 dianggap kutukan dan berbahaya untuk para musisi.

Nama-nama musisi yang masuk dalam daftar kutukan Klub 27 antara lain Janis Joplin, Jimi Hendrix, Brian Jones of the Rolling Stones, Kurt Cobain, Amy Winehouse, Robert Johnson dan masih banyak lagi nama musisi terkenal lainnya.

Kutukan The Gloomy Sunday

Kutukan The Gloomy Sunday

Apakah Anda percaya bahwa lagu yang sangat sedih bisa membunuh orang lain? Lagu ini sangat terkenal, karena bisa mendorong seseorang untuk bunuh diri. Lagu kutukan ini ditulis oleh musisi Hungaria, Rezs Seress dan Ladislas Javor. Sejak awal, lagu ini sudah menebar kontroversi karena bercerita tentang pacar Rezs Seress yang bunuh diri.

The Gloomy Sunday dirilis pada tahun 1933. Yang membuat merinding, setelah lagu kutukan ini diluncurkan, jumlah kasus bunuh diri di Hungaria meningkat drastis. Yang dituding sebagai penyebab adalah lagu The Gloomy Sunday dan dilarang didengar. Sang penulis, Rezs Seress bahkan melakukan bunuh diri juga. Makin merebaklah isu kutukan The Gloomy Sunday.

Kutukan Robert Johnson

Kutukan Robert Johnson

Di kalangan pecinta lagu blues, nama Robert Johnson sangat dikenal. Ada yang menyukai karyanya, ada yang mengenalnya karena isu lagu kutukan dalam musiknya. Awal isu ini berkembang karena Robert Johnson diketahui bertemu iblis di sebuah persimpangan jalan. Dia bersedia menukar jiwanya agar dirinya terkenal.

Waktu berlalu, Robert Johnson menjadi legendaris, tetapi tidak lama karena dia meninggal di usia 27 tahun (apakah termasuk kutukan Klub 27?) di sebuah persimpangan jalan. Banyak orang mengatakan bahwa lagu Crossroad miliknya dikutuk. Beberapa seniman yang dekat dengan Robert juga meninggal dan dianggap terkena kutukan, antara lain Lynyrd Skynyrd dan The Allman Brothers.

Kutukan Lagu My Way di Tempat Karaoke

Kutukan Lagu My Way di Tempat Karaoke

Berhati-hatilah menyanyikan lagu di tempat karaoke. Terutama lagu yang berjudul My Way, ditulis oleh Paul Anka untuk Frank Sinatra, Liriknya begini.. “And now, the end is near, and so I face the final curtain...”. Lagu ini baik-baik saja hingga isu lagu kutukan di tempat karaoke merebak kencang.

Lagu My Way memiliki reputasi yang tidak terlalu baik di Filipina. Warga Filipina yang menyanyikan lagu My Way di tempat karaoke seringkali meninggal setelah bernyanyi. Banyak yang mengatakan bahwa lagu ini sebenarnya tidak bermasalah, mungkin suasana tempat karaoke berpengaruh juga. Namun tetap saja, banyak orang di sana enggan menyanyikan My Way saat karaoke.

Musik Spiderman Yang Dikutuk

Musik Spiderman Yang Dikutuk

Banyak lagu dan musik yang kabarnya memberi kutukan pada manusia, bagaimana dengan manusia yang mengutuk musik? Peristiwa ini terjadi pada musik Spider Man: Turn Off The Dark. Banyak musisi terkenal dilibatkan untuk musik ini, misalnya saja direktur Lion King dan penulis lagu dari U2.

Sayangnya, lagu ini justru jadi bencana. Empat orang terluka saat latihan, direktur dipecat dan anggaran membengkak hingga Rp 650 miliar dan menjadi musik paling mahal yang pernah ada. Tidak heran jika banyak orang mengutuk musik ini karena dianggap bawa sial.

Kutukan Jelly Roll Morton

Kutukan Jelly Roll Morton

Musisi jazz dari New Orleans, Jelly Roll Morton atau dikenal sebagai Ferdinand La Menthe mengatakan bahwa dia berada di bawah kutukan. Penyebab kutukan itu adalah ibu baptisnya sendiri yang menjual jiwa Ferdinand pada setan. Di awal karirnya pada tahun 1920, Ferdinand disebut sebagai bapak jazz.

Pada tahun 1930, Ferdinant menemukan bubuk dengan warna aneh ditabur di kantornya, bubuk itu membentuk tanda khas kutukan Juju. Tak lama setelah itu, karir musiknya hancur dan reputasinya merosot drastis. Yakin bahwa semua ini akibat kutukan, seorang wanita mengatakan pada Ferdinant untuk membakar semua pakaiannya agar kutukan hilang. Setelah itu, karir Ferdinant kembali bersinar.

Kutukan Gitaris Fleetwood Mac

Kutukan Gitaris Fleetwood Mac

Banyak grup band yang terkenal karena dianggap membawa lagu kutukan, salah satunya adalah Fleetwood Mac. Grup band yang didirikan oleh Peter Green ini mengalami banyak kejadian mengerikan. Peter Green masuk rumah sakit jiwa pada tahun 1970. Kemudian gitaris Jerry Spencer pada tahun 1971 menggunakan obat terlarang dan bergabung dengan sekte hubungan intim.

Pada tahun 1972, gitaris Danny Kirwin bertingkah aneh dan membenturkan kepalanya. Akhirnya dia meninggal tanpa memiliki tempat tinggal. Gitaris Bob Weston meninggal pada tahun 2012 karena bunuh diri. Semua hal aneh ini terjadi pada gitaris Fleetwood Mac yang sudah berkali-kali ganti anggota hingga 15 orang.

Kutukan Simfoni Kesembilan

Kutukan Simfoni Kesembilan

Kutukan ini sangat dikenal oleh para pecinta musik klasik. Beberapa musisi terkenal di masanya dipercaya terkena lagu kutukan Simfoni Kesembilan. Mereka akan meninggal jika sudah menyelesaikan simfoni yang kesembilan. Kutukan ini menimpa Beethoven. Sebagai sosok terkenal, kematiannya menyisakan misteri.

Kutukan ini semakin dipercaya karena Gustav Mahler percaya dia tidak akan meninggal karena kutukan tersebut. Sayangnya, saat akan mulai menciptakan simfoni kesepuluh, dia meninggal dunia. Semakin kuat saja anggapan bahwa kutukan Kesembilan memang ada.

Sumber: http://www.vemale.com/ragam/32975-9-lagu-kutukan-dan-kisah-misterius-para-musisi-terkenal-9.html

Kutukan Sang Firaun

Kisah Kutukan ini boleh dikatakan paling melegenda di seantero dunia yang sebenarnya sudah pernah kami posting di Menguak Kutukan Tutankhamen namun kali ini kami menemukan yang lebih detailnya, khususnya bagi orang-orang yang tertarik dan menyangkut-pautkannya dengan sihir Bangsa Mesir Kuno. Dari waktu ke waktu, Hollywood memproduksi film Curse of the Pharaohs ( Kutukan Sang Fir’aun) atau Mummy.



Semua film-film tersebut memiliki kepercayaan yang sama, yaitu tentang kutukan raja Thutankhemen atau Thutankhamun yang sangat terkenal itu. Ceritanya ,waktu makam tersebut pertama kali dibuka pada tahun 1922, para jurnalis melaporkan ada prasasti di dekat pintu makam yang Raja Tutankhemen ini yang berbunyi demikian: “Kematian akan segera mendatangi mereka yang menyentuh makam Pharaoh”.

Keliatannya memang konyol, namun peringatan ini nampaknya terbukti benar, ketika semua arkeolog dan para pekerja yang menyentuh makam Tutankhemen dilaporkan meninggal secara misterius dan mengerikan dalam tempo yang tidak terlalu lama setelah peristiwa pembongkaran makam itu terjadi. Baik, sebelum aku menguraikan lebih jauh mengenai kutukan, ada baiknya aku ceritakan dulu siapakah sebenarnya Fir’aun Tutankhemen itu. Tutankhemen adalh raja Mesir Kuno yang bertahta dari tahun 1347 SM sampai 1339 SM. Ia masih anak-anak saat diangkat menjadi raja dan meninggal dunia pada usia yang juga masih sangat muda, 18 tahun.

Tutankhamun adalah generasi terakhir dari dinasti ke-18 Fir’aun yang memerintah Mesir mulai dari tahun 1567 SM - 1339 SM. Dinasti ini didalamnya termasuk juga ratu pejuang Hatshepsut ( salah satu Fir’aun wanita selain Nefertiti dan Cleopatra) dan Thutmose III, yang membawa mesir ke puncak kejayaannya sekitar tahun 1400 SM. Raja Muda yang malang ini adalah putra dari Akhenaten, yang bersama ratu Nefertiti membuat revolusi di Mesir. Akhenaten merupakan raja yang mengganti pemujaan terhadap dewa-dewa Mesir kuno dengan pemujaan dewa tunggal, dan memindahkan ibukota kerajaan ke Armarna. Istri Tutankhemen adalah saudara tirinya sendiri, Ankhesenamun. Saat raja muda ini meninggal dengan sebab yang tidak diketahui dengan pasti (mungkin dibunuh), Ankhesenamun berada di bawah kekuasaan musuhnya, Ay dan Jendral Horemheb.

Topeng kematian inilah yang dipasangkan di kepala mumi Raja Tutankhemen
Ada empat “Raja-raja Amarna” pada Dinasti ke-18 dan Tutankhamun yang ketiga. Karena Dinasti ke-19 tidak menyukai peraturan Dinasti ke-18, maka raja-raja Amarna dicoret dari daftar keluarga raja dan itu dilakukan didepan umum. Monumen raja Tutankhemen di hancurkan, dan lokasi makamnya dilupakan. Dan itu benar, keberadaan makam raja muda yang bernasib malang tersebut benar-benar terlupakan oleh Dinasti ke-20. Ketika kepala arsitek memulai memahat batu untuk membuat makam Ramses VI, ia tidak tahu bahwa ia telah membiarkan puing-puing berjatuhan di atas makam Raja Tutankhamun.

Dan semenjak itu, makam raja muda ini benar-benar dilupakan karena ia dulu juga bukan merupakan penguasa yang hebat, sama sekali tidak mengesankan. Namun hal ini justru membawa keuntungan pada 3.300 tahun kemudian, mengapa? Karena makamnya tersembunyi dan harta karunnya tetap tidak tersentuh. Dan ini menjadikan makan Raja muda Tutankhamun merupakan satu-satunya makam raja Mesir kuno yang di kuburkan di Lembah Raja-raja Luxor yang tidak diacak-acak selama berabad-abad oleh para perampok.



Pada bulan November 1922, seorang arkeolog bernama Howard Carter, telah menghabiskan tujuh tahun lamanya dan merasa frustasi mencari makam Raja Tutankhamun di lembah raja-raja, Luxor. Namun penantian selama itu ternyata tidak sia-sia baginya, setelah para pekerja menggali empat meter di bawah makam Ramses VI, dimana mereka menemukan pintu masuk pada dinding batu yang menuju lorong yang cukup besar dengan tinggi tiga meter dan lebar dua meter. Mereka membersihkan puing-puing, dan pada langkah ke-20, mereka menemukan bagian atas pintu batu yang tertutup.

Ini berita yang menggairahkan, dan Howard Carter segera mengundang orang yang telah mendanai proyeknya, Lord Carnarvon, untuk datang ke situs tersebut dalam acara pembukaan makam. Carter dan Carnarvon datang pada sore hari tanggal 24 November, ketika semua puing telah disingkirkan untuk menyingkap pintu batu yang memperlihatkan segel Raja Tutankhamun. Sahabat anehdidunia.com begitu pintu ini terbuka, diperlukan waktu dua hari kerja keras untuk membersihkan puing-puing pada tangga menurun yang lain. Kali ini mereka menemukan pintu kedua, yang memiliki segel Royal Necropolis dan Tutankhamun . Para pekerja membuat lubang pada pintu batu, dan dengan menggunakan cahaya lilin, Carter melongok ke dalam. Lord Carnarvon bertanya, ” Dapatkah kamu melihat semuanya?”. Carter menjawab,” Ya, barang-barang yang menakjubkan.”


Di sana, di ruang depan, ada harta karun yang sungguh luar biasa. Bahkan ada lebih banyak lagi di ruang dalam, yang membutuhkan waktu tiga bulan untuk memasukinya. Lord Carnarvon sendiri yang membuka pintu dalam ini pada tanggal 17 Februari 1923. Mumi Raja Tutankhemen terbaring di dalam tiga peti mati. Dua peti mati yang berada paling luar terbuat dari emas yang dipasang pada rangka kayu. Sementara peti mati yang paling dalam semuanya terbuat 300 pound emas murni. Didalam peti emas itu terbaring sesuatu yang lebih menakjubkan. Mumi itu ditutupi oleh topeng kematian dari seseorang raja anak laki-laki. Mumi Tutankhamun terbaring di bawah 13 lapis kain linen. Setelah Carter melepasnya, dia menemukan seuntai kalung tersembunyi didalamnya untuk mengusir iblis.

Selama berabad-abad damar dan minyak yang digunakan untuk membuat mumi telah berubah menjadi lem yang merekatkan kain linen. Untuk melepaskan kalung itu, Carter melakukan tindakan radikal, yaitu dengan memotong-motong mumi. Ini sangat fatal. Dalam 14 hari, 2 dari orang-orang yang terlibat meninggal secara mendadak. Bahkan pada tahun 1929, 13 orang meninggal karena satu sebab….”Kutukan”

Lord Carvarnon meninggal pada tanggal 6 April 1923 karena pneumonia, komplikasi akibat gigitan nyamuk yang terinfeksi. Kemudian para jurnalis menemukan prasasti di dekat pintu makam tentang peringatan mengenai kematian tadi. Mereka kemudian mengatakan bahwa “Kutukan Fir’aun Tutankhemen-lah yang membunuh Lord Carvarnon”. Menyusul kemudian, Lady Carnarvon, yang menyusul suaminya ke alam baka dengan sebab kematian yang tak jelas.

Di tahun yang sama, seorang meninggal secara mendadak setelah mengunjungi makam ini dan dianggap merupakan ulah “kutukan” juga. Ia adalah Pecky Callender, yang membantu Carter memasuki makam. Kematian misterius juga dialami oleh salah seorang pengusaha kaya yang berkunjung ke makam Tutankhemen, George Jay Gould. Untuk tour mahalnya ini, Gould harus membayar mahal. Malam hari setelah mengunjungi makam, ia terkena demam, dan esoknya ia meninggal dunia. Harta karun Raja muda ini dipamerkan di banyak museum di seantero dunia.

Ketika Arthur C Mace dari Metropolitan Museum of Art di New York, dan George Benedite dari Museum Louvre, Paris, ikut-ikutan meninggal dunia secara misterius setelah memamerkan harta karun tersebut di Museum mereka!! Kembali, “Kutukan Tutankhemen” yang disalahkan atas meninggalnya dua orang tersebut. Kutukan itu kembali beraksi dan menjadi dipermasalahkan atas kematian orang-orang yang sedikit sekali terlibat dengan ekspedisi ini. Contohnya sekertaris pribadi Howard Carter yang bernama, Robert Bathnell ikut-ikutan meninggal dunia secara misterius. Tiga bulan kemudian, ayah Bathell, Lord Westbury melompat dari lantai 7 dan tewas. Ia meninggalkan pesan, meyalahkan kutukan Tutankhemen atas kematian anaknya.

Tidak hanya berakhir disitu, saat dalam perjalan ke makam, kereta jenazah Lord Westbury menabrak seorang anak 8 tahun. Anak itu tewas seketika, begitu juga dengan salah seorang pegawai British Museum dalam bidang Egyptology. Selama tiga dekade kutukan itu tak menyerang hingga terakhir kali tempat peristirahatan Tutankhemen diganggu. Hingga saat ini, terhitung kurang lebih 25 orang yang telah meninggal dunia dengan disangkut pautkan dengan kutukan Tutankhamun. Yang terakhir kalinya menimpa seorang wisatawan Sheryl Munson di tahun 1995 silam.

Banyak ilmuwan mulai menelaah kutukan fir’aun dari sudut pandang ilmiah. James Randi, pemain sulap terkenal, dalam bukunya Encyclopedia of Claims, Fraunds and Hoaxes of the Occult and Supranatural, menuliskan nama-nama semua orang Eropa yang hadir ketika makam Tutankhamun dibuka dan kapan mereka meninggal dunia. Pernah mendengar yang namanya “tabel aktuaria?”. Tabel ini memberi nilai harapan hidup kita, didasarkan pada dimana tempat tinggal kita, apakah merokok atau tidak,dll. Randi memeriksa tabel aktuari yang relevan untuk semua orang yang dihubungkan dengan makam Raja Tutankhemen, dan siapa yang meninggal berikutnya.



Ternyata, orang-orang yang hadir dalam pembukaan makam, hidup satu tahun lebih lama dibandingkan ramalan tabel aktuaria. Howard Carter meninggal pada usia wajar, yaitu 66 tahun. Dr. Douglas Derry, yang membedah mumi, meninggal pada usia lebih dari 80 tahun. Dan Alfred Lucas, ahli kimia yang menganalisis jaringan tubuh mumi, meninggal pada usia 79 tahun. Penelitian lain menunjukkan tidak ada pengaruh nyata pada harapan hidup orang-orang yang terlibat pada penggalian tersebut. Jadi dapat disimpulkan, kutukan itu adalah bohong/ sama sekali tidak pernah ada.

Benarkan penelitian ilmiah telah berhasil mengungkap siapa pelaku pembunuhan yang sebenarnya? Benar. Dan pelakunya sebenarnya ternyata terdapat pada dinding makam. Para korban mungkin tidak meyadari bahwa di dinding-dinding makam yang penuh dengan ornamen-ornamen indah itu ternyata tersembunyi ribuan bahkan lebih pembunuh mematikan yang telah berumur 3000 tahun lamanya!

Dinding-dinding itu diselimuti oleh jamur cokelat kecil. Bakteri mungkin timbul dari plester atau cat dan hidup dari kelembaban plester setelah makam ditutup. Dan, pembunuh sebenarnya adalah bakteri mematikan yang bernama aspergillus niger. Dalam makam yang hangat, bakteri yang menyerang sistim pernapasan ini berkembang. Ia satu-satunya makhluk yang dapat bertahan hidup selama 3000 tahun di makam itu. Saat Shryl Munson , korban terakhir yang ikut meninggal setelah berkunjung ke makam tiba dengan ketahanan tubuh yang rapuh, maka ia adalah rumah utama bagi jamur itu. Spora itu terhisap dan menyerang sel yang lemah, menghancurkannya selagi menyebar. Sheryl Munson kekurangan oksigen, 10 hari setelah masuk rumah sakit, fungsi paru-parunya berhenti.

Tim dokter berhasil menemukan jamur aspergilllus niger pada saat melakukan biopsi paru-paru Sheryl Munson dan jamur mematikan ini ditemukan lebih banyak lagi di dalam makam Tutankhamun, terutama di dinding makam. Sheryl ternyata telah melakukan suatu hal yang sangat fatal bagi hidupnya pada saat mengunjungi makam Tutankhemen. Ia menyentuh dinding makam dan mengusap-usapkan jemari tangannya ke beberapa lukisan cat, dimana disana telah menunggu bakteri yang sangat mematikan untuk bermigrasi ke dalam tubuhnya.

Begitu juga dengan orang-orang yang terlibat dalam pembongkaran makam. Bekerja dengan mumi bisa fatal, baik bagi peneliti dan muminya. Tindakan gegabah Howard Carter yang memotong-motong tubuh mumi berakibat sangat fatal bagi mereka yang terlibat. Karena peneliti bisa menghisap spora dari debu mumi. Sebaliknya, peneliti bisa memberikan bakteri atau kelembaban pada permukaan mumi yang bisa mengakibatkan pembusukan.

Walaupun sudah mati selama ribuan tahun, mumi hidup bersama bakteri. Beberapa tak berbahaya, namun beberapa lagi sangat mematikan. Tidak memakai pelindung saat bekerja dengan mumi, akan sangat rentan terinfeksi oleh spora jamur. Dan itulah yang terjadi pada Carter dan orang-orang disekelilingnya. Otopsi gegabah terhadap mumi Tutankhamun ternyata melepas banyak pembunuh mengerikan yang kasat mata. Parahnya, pada saat otopsi itu berlangsung, Carter dan rekan-rekannya tidak memakai pelindung apapun, mereka hanya memakai pakaian sehari-hari. Jadi mungkin terjadi persilangan kerusakan antara para peneliti dan mumi. Namun banyak orang yang beruntung seperti Carter yang tidak terinfeksi bakteri ini.

Darimakah asal mula kutukan itu?
Kutukan dipopulerkan oleh film Hollywood, namun tampaknya berasal dari buku fiksi. Salah satu kemungkinannya adalah cerita pendek berjudul Lost in a Pyramid: The Mummy’s Curse, yang ditulis oleh Lousia May Alcott pada tahun 1860. Kemungkinan lain adalah cerita yang ditulis oleh pelukis Amerika, Joseph Smith (1863 - 1950). Ia menceritakan kutukan yang menimpa mertua Tutankhamun, Raja Akhenaton. Takhta diberikan kepada anak perempuan ketiga setelah Raja Akhenaton meninggal. Ketika Tutankhemen menikah dengan anak perempuan ketiga ini, takhta kerajaan diberikan kepadanya. Raja Akhenaton tidak disenangi para pendeta, karena ia telah mencampuri urusan agama mereka. Ia menyatukan ratusan dewa menjadi satu dewa, Ra, Dewa Matahari.

Setelah Akhenaton meninggal dunia, para pendeta membalas dendam dengan mengutuk ” jiwa dan raganya” mengembara secara terpisah di ruang angkasa dan tak pernah bersatu menuju keabadian”. Namun kutukan ini bukan ditujukan kepada Tutankhemen. Keplala pendeta, Ay, mengambil tahta ketika Tutankemen meninggal. Dan ada spekulasi bahwa ia-lah yang sebenarnya berada dibalik kematian misterius raja muda ini.

referensi:http://misteridunia.wordpress.com/2008/10/11/kutukan-tutankhamen/http://sourceflame.blogspot.com/2011/06/kutukan-sang-firaun.html